Please verify your address () — click the link in your verification email. RESEND EMAIL.

About

Meskipun saya bukan ahli bedah plastik, saya sering melihat pasien yang khawatir dengan bekas luka yang ada di tubuh mereka. Saya meyakinkan mereka bahwa bekas luka bukanlah hal yang buruk karena itu pertanda bahwa tubuh Anda telah membantu menyembuhkan luka.

Namun bagi banyak orang, bekas luka adalah pengingat yang tak sedap dipandang tentang cedera, kecelakaan atau penyakit. Perasaan ini benar-benar dapat dimengerti, jadi saya melakukan segalanya dalam kekuatan saya untuk membantu pasien mengobati bekas luka mereka dengan lembut dan alami mungkin.

Berbagai Jenis Bekas Luka

Bekas luka yang paling umum adalah pucat dan datar dalam kaitannya dengan kulit di sekitarnya. Banyak orang menemukan bekas luka ini bisa ditolerir. Lain memiliki penampilan menjorok, karena hilangnya lemak atau otot yang bertindak sebagai struktur pendukung. Bekas luka ini sering hasil dari jerawat atau prosedur bedah. Kulit yang membentang, seperti "stretch mark" dari kehamilan, adalah bentuk lain dari jaringan parut.

Bekas luka yang merah dan terangkat disebut "hipertrofi" atau "keloid" bekas luka dan terbentuk ketika tubuh memproduksi kolagen berlebih, mungkin setelah cedera parah. Dalam praktik saya, saya menemukan bahwa jenis-jenis ini paling mengganggu. Meskipun kebanyakan permanen, ada cara untuk meminimalkan dan merawat kulit untuk tampilan yang lebih menarik.
Loading Contributions...

I'm based in

Jakarta, Indonesia